Menggunakan Cincin kawin Menurut Kepercayaan Yunani Kuno
Cincin kawin emas dan berlian biasanya di jari mana? Khusus untuk lelaki dalam islam bisa menggunakan bahan perak , platinum, titanium, atau palladium dengan desain yang unik. Karena di dalam muslim lelaki tidak boleh menggunakan bahan emas kuning ataupun emas putih. Banyak sekali bahan utuk membuat cincin tunangan selain menggunakan bahan emas, seperti yang saya jelaskan di atas.

Satu hal yang hampir tidak bisa lepas dari pernikahan adalah cincin. Ya dimanapun berada cincin selalu hadir dalam bagian pernikahan dimana fungsi dari cincin ini adalah sebagai symbol ikatan pernikahan. seseorang yang sudah menikah biasanya dilihat dari jari tangannya, terutama jari manis tangan kiri, apabila di jari tangan ini terdapat cincin, maka bisa dipastikan orang tersebut sudah menikah. Hal ini berlaku hampir di setiap Negara, tidak terkecuali juga di Indonesia. Karena alasan inilah kemudian cincin ini disebut sebagai cincin kawin. Secara umum, cincin pernikahan ini memiliki bentuk yang sama dengan cincin-cincin aksesoris lainnya. hanya saja karena cincin ini diberikan pada upacara pernikahan dan berfungsi sebagai symbol ikatan suci pernikahan kemudian menjadikan cincin ini sebagai cincin yang special.
Dalam pemilihan cincin palladium pernikahan sebenarnya bisa dilakukan sesuai dengan selera dan kebutuhan, namun demikin penggunaan cincin kawin di jari mana ini sudah ada aturannya. Umumnya cincin pernikahan digunakan di jari manis tangan kiri. Namun harus dipahami juga bahwa ini bukan merupakan hukum mutlak yang harus diikuti oleh semua orang. Karena pada dasarnya di jari mana Anda akan menggunakan cincin ini adalah tergantung ari preferensi personal Anda. Anda bisa menyematkan cincin kawin ini di jari mana saja yang diinginkan, hanya saja stigma masyarakat sudah terbentuk bahwa cincin yang disematkan di jari manis tangan kiri merupakan symbol ikatan sebuah pernikahan. sehingga banyak orang yang kemudian mengikuti untuk menggunakan cincin kawin di jari manis tangan kiri.

Penggunaan cincin tunangan atau pernikahan di jari manis tangan kiri sendiri sebenarnya bukan tanpa alasan, karena ada cerita dibalik kebiasaan ini. Beberapa kepercayaan dan tradisi kuno merupakan cikal bakal dari penggunaan cincin pernikahan di jari manis tangan kiri, seperti misalnya pada tradisi Yunani Kuno. Masyarakat Yunani kuno meyakini bahwa pembuluh darah yang terletak di jari manis tangan kiri menuju langsung ke hati. Pembuluh darah di jari manis juga disebut sebagai vein of love. Sehingga meletakkan cincin pernikahan di jari ini adalah pilihan yang paling tepat. adapun cara menggunakan cincin nikah di jari mana menurut Islam didasarkan pada kebiasaan Nabi Muhammad SAW yang terbiasa menggunakan cincin di tangan kiri. Kemudian cara beliau menggunakan cincin ini diikuti oleh umat muslim, tidak terkecuali juga dalam menggunakan cincin pernikahan.
Jadi bagaimana dengan Anda, cincin nikah di jari sebelah mana Anda menggunakan? Sekali lagi Anda bisa menggunakan cincin pernikahan ini di jari mana saja yang dianggap nyaman. Namun karena stigma masyarakat yang sudah terbentuk, maka banyak orang yang mau tidak mau juga harus mengikutinya, tidak terkecuali Anda juga bukan?




